Sabtu, 7 September 2030
Apa yang Bukan Pemberian
Coba tengok isi rumah kita. Tubuh yang menopang kita bangun tadi pagi, napas yang keluar masuk tanpa kita perintah, orang tua yang melahirkan kita, bahasa yang kita pakai berpikir. Kalau dihitung jujur, hampir tidak ada yang benar-benar kita ciptakan sendiri.
Paulus menaruh pertanyaan tajam hari ini. Apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika memang menerima, mengapa memegahkan diri seolah-olah tidak menerimanya? Satu kalimat, dan seluruh kesombongan kita runtuh.
Sebab akar kesombongan selalu satu: lupa bahwa semua ini titipan. Kita mulai mengira bakat adalah hasil jerih payah sendiri, keberhasilan adalah karya tangan sendiri, bahkan iman adalah pilihan cerdas sendiri. Padahal semuanya pemberian.
Paulus lalu melukiskan hidup para rasul dengan gambar yang keras. Mereka lapar, haus, dipukul, dianggap sampah dunia. Justru orang yang paling sadar bahwa segalanya rahmat, paling rela hidup rendah dan tidak menuntut penghormatan.
Dalam Injil, Yesus membela murid-murid-Nya yang dituduh melanggar Sabat. Ia menegaskan diri sebagai Tuhan atas hari Sabat. Bahkan aturan suci pun pemberian untuk manusia, bukan berhala untuk menindas manusia.
Hari ini, adakah satu hal yang diam-diam kita banggakan sebagai milik sendiri, padahal sebenarnya pinjaman dari Tuhan?
Tuhan, segala yang kupunya berasal dari tangan-Mu. Jauhkan aku dari kesombongan, dan ajarilah aku bersyukur atas setiap titipan-Mu. Amin.