‹ Semua renungan

Sabtu, 31 Agustus 2030

Yang Dikubur karena Takut

Kata talenta hari ini berarti bakat atau kemampuan. Menarik menelusuri asalnya. Dalam Injil, talenta sebenarnya satuan uang, timbangan perak seberat upah bertahun-tahun kerja. Karena perumpamaan inilah kata itu bergeser makna, dari satuan uang menjadi karunia yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Setiap orang diberi menurut kesanggupannya. Tidak ada yang tidak diberi apa-apa.

Dua hamba pertama menjalankan uang tuannya dan menghasilkan. Yang ketiga menggali lubang dan menyembunyikan talentanya. Alasannya, 'Aku takut.' Ia tidak menghambur-hamburkan, tidak korupsi. Ia hanya takut, lalu memilih aman. Dan justru rasa takut yang membuatnya menyimpan itulah yang dihukum.

Ini menegur satu bentuk dosa yang jarang kita anggap dosa: dosa tidak berbuat apa-apa. Kita mengira, asal tidak berbuat jahat, kita sudah aman. Padahal Tuhan juga menuntut pertanggungjawaban atas kebaikan yang tidak kita lakukan, atas talenta yang kita kubur karena takut gagal.

Kemarin kita mendengar tentang gadis-gadis yang lalai mengisi minyak. Hari ini tentang hamba yang mengubur talentanya. Dua-duanya bukan penjahat besar. Mereka hanya menunda dan bermain aman, dan itu sudah cukup untuk kehilangan.

Paulus mengingatkan bahwa Allah justru memilih yang lemah untuk memalukan yang kuat. Talenta kecil pun berharga di tangan-Nya. Yang Ia tuntut bukan besarnya hasil, melainkan kesetiaan menjalankannya.

Talenta apa yang selama ini kukubur karena takut, padahal Tuhan menaruhnya di tanganku untuk dijalankan?

Tuhan, ambil rasa takutku yang membuatku mengubur pemberian-Mu. Ajari aku setia menjalankan apa pun yang Kaupercayakan, sekecil apa pun. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →