Jumat, 30 Agustus 2030
Minyak yang Tak Bisa Dipinjam
Ada hal-hal yang tidak bisa dipinjam pada menit terakhir. Kesehatan tidak bisa dipinjam ketika penyakit sudah datang. Persiapan tidak bisa dipinjam di depan pintu ruang ujian. Dan menurut Yesus, ada satu hal lagi: minyak untuk pelita jiwa kita.
Sepuluh gadis menunggu mempelai. Lima membawa minyak cadangan, lima tidak. Ketika mempelai datang tengah malam, yang bodoh baru sadar pelita mereka hampir padam. Mereka meminta pada yang bijaksana, tetapi jawabannya tegas, 'Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu.'
Terdengar egois? Sebenarnya tidak. Ada hal yang memang tidak bisa dipindahtangankan. Iman yang dipupuk bertahun-tahun, doa yang menjadi kebiasaan, relasi dengan Tuhan yang dibangun diam-diam setiap hari. Semua itu minyak yang harus diisi sendiri, jauh sebelum tengah malam tiba. Pada saat genting, kita tidak bisa mendadak meminjam iman orang lain.
Kemarin kita diajak berjaga-jaga. Hari ini kita diajari bahwa berjaga bukan sekadar melek, melainkan siap sedia dengan cadangan.
Paulus menaruh gambar menarik di sampingnya. Salib itu kebodohan bagi dunia, tetapi kekuatan Allah bagi yang diselamatkan. Bagi mata dunia, mengisi minyak rohani sementara orang lain berpesta memang tampak bodoh. Baru di tengah malam ketahuan siapa yang sesungguhnya bijaksana.
Pelitaku hari ini, masih ada minyaknya, atau aku menunda mengisinya sampai entah kapan?
Tuhan, ajari aku mengisi minyak imanku hari demi hari, supaya ketika Engkau datang, pelitaku tidak padam. Amin.