Kamis, 29 Agustus 2030
Saksi Sampai Habis
Kata martir sudah biasa kita pakai untuk siapa saja yang mati demi keyakinannya. Tetapi asal katanya sederhana dan mengejutkan. Dalam bahasa Yunani, martys berarti saksi, orang yang bersaksi. Baru kemudian kata itu berarti orang yang mati karena kesaksiannya, sebab ternyata bersaksi tentang kebenaran sering berujung pada nyawa.
Hari ini Gereja mengenang kemartiran Santo Yohanes Pembaptis. Ia tidak mati di medan perang, melainkan karena satu kalimat yang tidak mau ia tarik, 'Tidak halal engkau mengambil Herodias.' Ia bersaksi tentang yang benar di depan orang berkuasa, dan kepalanya dibayar di atas sebuah talam.
Yohanes bisa saja diam. Herodes bahkan senang mendengarkannya. Sedikit berdiplomasi, sedikit melunak, dan ia mungkin selamat. Tetapi seorang saksi tidak bisa bersaksi setengah-setengah. Kebenaran yang ditawar bukan lagi kesaksian, melainkan dagang.
Injil hari ini mengajak berjaga-jaga, sebab kita tidak tahu kapan Tuhan datang. Yohanes berjaga sampai akhir, setia pada tugasnya bahkan ketika tugas itu membawanya ke penjara dan ke maut.
Kita mungkin tidak dipanggil mati sebagai martir. Tetapi kita semua dipanggil menjadi saksi. Dan kesaksian selalu ada ongkosnya: kehilangan muka, teman, atau keuntungan. Dalam hal apa hari ini aku diminta bersaksi tentang kebenaran, meski ada ongkos yang harus kubayar?
Tuhan, jadikan aku saksi yang tidak menawar kebenaran-Mu. Beri aku keberanian Yohanes, sampai akhir. Amin.