Selasa, 27 Agustus 2030
Bersih dari Dalam
Setiap ibu yang mencuci piring tahu aturannya. Percuma mengelap luar gelas sampai mengkilat kalau dalamnya masih kotor. Yang diminum orang adalah isinya, bukan kilau luarnya. Anehnya, dalam hidup rohani kita sering terbalik: sibuk mengurus tampak luar, membiarkan dalam tetap keruh.
Yesus menegur keras. 'Kamu membersihkan cawan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.' Urutannya penting: dari dalam ke luar, bukan sebaliknya.
Kemarin kita mendengar celaka atas mereka yang bersumpah demi ini dan itu tetapi mengabaikan Dia yang di dalam Bait Suci. Hari ini Yesus melanjutkannya: persepuluhan kecil dibayar rapi, tetapi keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan diabaikan. Detail luar diurus, inti dalam dilupakan.
Hari ini Gereja mengenang Santa Monika. Ia ibu yang selama bertahun-tahun menangis dan berdoa bagi anaknya, Agustinus, yang hidup jauh dari Tuhan. Ia tidak sibuk memperbaiki tampak luar anaknya; ia berdoa bagi hatinya. Dan Tuhan menjawab, meski butuh waktu bertahun-tahun. Air mata seorang ibu bagi kebersihan batin anaknya tidak pernah tumpah sia-sia.
Bagian dalam cawanku sendiri, sudahkah kubersihkan, atau aku hanya sibuk mengilapkan yang tampak dari luar?
Tuhan, bersihkan aku dari dalam. Sebab Engkau tidak memandang kilau luar, melainkan isi hatiku. Amin.