Selasa, 20 Agustus 2030
Lewat Lubang Jarum
Siapa yang pernah menjahit tahu betapa kecilnya lubang jarum. Memasukkan benang saja perlu memicingkan mata dan menahan napas. Maka ketika Yesus berkata lebih mudah unta masuk lubang jarum daripada orang kaya masuk Kerajaan Allah, para murid gempar. 'Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?'
Kemarin kita mendengar pemuda kaya pergi dengan sedih. Hari ini Yesus menjelaskan mengapa. Bukan karena kekayaan itu jahat, melainkan karena ia gampang membuat orang merasa tidak butuh siapa-siapa. Orang yang punya banyak cenderung mengira ia bisa mengurus dirinya sendiri, bahkan urusan keselamatannya.
Bacaan pertama menaruh contoh ekstremnya. Raja Tirus, karena kaya dan pandai berdagang, menjadi begitu tinggi hati sampai berkata, 'Aku adalah Allah.' Kekayaan yang tidak dijaga bisa membengkak menjadi ilusi tentang diri sendiri.
Tetapi Yesus tidak menutup pintu. 'Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.' Unta itu hanya bisa masuk kalau Allah yang mengecilkannya. Keselamatan tidak pernah menjadi prestasi kita, selalu menjadi mukjizat-Nya.
Santo Bernardus, yang dijuluki guru bermadu karena kata-katanya manis, mengajarkan kerendahan hati sebagai jalan utama. Ia bangsawan yang memilih miskin, unta yang membiarkan dirinya dikecilkan supaya muat.
Apa yang membuatku diam-diam merasa tidak lagi membutuhkan Tuhan hari ini?
Tuhan, kecilkan kesombonganku sampai aku muat melewati pintu-Mu yang sempit. Sebab tanpa Engkau, aku tak mungkin selamat. Amin.