‹ Semua renungan

Jumat, 16 Agustus 2030

Dipungut dari Ladang

Yehezkiel menceritakan kisah yang membuat kita terdiam. Ada bayi perempuan yang dibuang begitu saja ke ladang pada hari kelahirannya. Tali pusatnya belum dipotong, tubuhnya belum dibasuh, tidak seorang pun merasa sayang kepadanya. Lalu ada yang lewat, melihatnya berlumuran darah, dan berkata, 'Engkau harus hidup.' Ia dipelihara, dibesarkan, dihiasi, sampai layak menjadi ratu.

Itulah gambar Allah tentang Yerusalem, dan juga tentang kita masing-masing. Kita hidup bukan karena layak, melainkan karena ada yang lewat dan berkata, 'Engkau harus hidup.' Segala yang kita punya, dari napas sampai iman, adalah pemberian dari seseorang yang tidak tega membiarkan kita mati di ladang.

Sedihnya, kisah itu berlanjut. Setelah dihiasi, perempuan itu mengandalkan kecantikannya sendiri dan melupakan Dia yang memungutnya. Betapa gampang kita menjadi begitu. Lupa pada tangan yang dulu menyelamatkan, begitu kita merasa sudah mampu berdiri sendiri.

Injil hari ini berbicara tentang kesetiaan pernikahan. 'Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.' Kesetiaan suami istri pada dasarnya cermin dari kesetiaan Allah, yang memungut kita dari ladang dan tidak pernah menceraikan kita, sekalipun kita berulang kali meninggalkan-Nya.

Kepada tangan siapa hari ini aku lupa berterima kasih, padahal tangan itu dulu berkata, 'Engkau harus hidup'?

Tuhan, Engkau memungutku ketika aku tak berdaya. Jagai aku agar tidak menjadi orang yang lupa, dan ajari aku setia seperti Engkau setia. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →