‹ Semua renungan

Kamis, 8 Agustus 2030

Biji yang Rela Mati

Petani di kampung punya pepatah tua: sing sapa nandur bakal ngundhuh, siapa menanam akan memetik. Tetapi ada satu hal yang kadang lupa direnungkan. Sebelum memetik, benih harus rela hilang dulu. Biji jagung yang bagus, kalau terus disimpan di stoples, tetap satu biji sampai kapan pun. Ia baru menghasilkan ketika berani ditanam dan lenyap sebagai biji.

'Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja,' kata Yesus. Ini hukum Kerajaan yang terbalik dari hitungan kita. Kita ingin menyimpan diri, mengamankan diri. Injil bilang: yang disimpan mati akan lenyap, yang berani ditanam akan berbuah banyak.

Paulus memakai gambar yang sama. Orang yang menabur sedikit menuai sedikit, dan Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita, bukan dengan wajah masam seperti membayar denda.

Santo Dominikus, yang kita rayakan hari ini, adalah biji yang jatuh. Ia melepaskan kenyamanan, berjalan kaki dari kota ke kota, menanam Sabda dengan miskin. Dari satu biji itu tumbuh ordo pengkhotbah yang berbuah sampai hari ini.

Apa yang sedang kita genggam terlalu erat, sampai ia tidak sempat menjadi benih?

Tuhan, ajari aku melepas, seperti biji yang rela ditanam, supaya hidupku tidak berhenti pada satu biji saja. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →