‹ Semua renungan

Rabu, 7 Agustus 2030

Perempuan yang Tidak Mundur

Seorang ibu yang anaknya sakit bisa menjadi orang paling nekat di dunia. Ia akan mengetuk pintu mana saja, menahan malu apa saja, asal anaknya sembuh. Cinta ibu memang tidak kenal gengsi.

Perempuan Kanaan itu ibu semacam itu. Ia bukan orang Yahudi, ia tahu tidak punya hak. Yesus mula-mula diam, lalu menjawab dengan kata keras tentang roti anak-anak dan anjing. Kita hampir tidak percaya Yesus bicara begitu. Tetapi perempuan itu tidak mundur. Ia menangkap kata yang keras itu dan menjadikannya pegangan, 'Benar, Tuhan, namun anjing pun makan remah yang jatuh dari meja tuannya.'

Iman semacam inilah yang membuat Yesus takjub. Bukan iman yang tersinggung lalu pergi, melainkan yang tetap memeluk kaki Tuhan bahkan ketika terasa ditolak.

Bacaan pertama menaruh alasnya. 'Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal.' Perempuan itu seolah tahu isi hati itu sebelum Yesus mengucapkannya.

Kadang doa kita seperti tidak dijawab, langit terasa diam. Godaannya adalah ngambek lalu berhenti berdoa. Perempuan Kanaan mengajari jalan lain: bertahan dengan rendah hati, sampai kerendahan itu sendiri menjadi kunci.

Ketika Tuhan seakan diam, apakah kita masih bertahan di depan pintu-Nya?

Tuhan, ketika Engkau seolah diam, ajari aku bertahan seperti ibu itu, yang tidak melepaskan kaki-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →