‹ Semua renungan

Sabtu, 3 Agustus 2030

Sumpah di Tengah Pesta

Ada janji yang diucapkan di saat yang salah. Di tengah pesta, ketika hati sedang senang dan tepuk tangan riuh, orang mudah berkata besar. Herodes bersumpah memberi apa saja kepada gadis yang menari. Dan 'apa saja' itu ternyata berharga sebuah kepala manusia.

Herodes sebenarnya tidak ingin membunuh Yohanes. Hatinya sedih, kata Injil. Tetapi ia lebih takut kehilangan muka di depan tamu daripada takut menumpahkan darah orang benar. Gengsi di meja perjamuan mengalahkan suara hatinya.

Betapa sering keputusan buruk lahir bukan dari kejahatan besar, melainkan dari rasa malu yang kecil. Malu menarik ucapan. Malu mengaku salah di depan orang banyak. Lalu kita teruskan yang keliru demi menjaga wibawa.

Kemarin kita mendengar Yeremia nyaris dihukum mati karena bicara benar, lalu dilindungi Ahikam. Hari ini Yohanes bicara benar dan tidak ada yang melindunginya. 'Tidak halal engkau mengambil Herodias.' Kalimat itu yang membawa kepalanya ke talam.

Berkata benar memang tidak selalu selamat. Tetapi diam demi gengsi juga ada ongkosnya, dan ongkos itu biasanya dibayar oleh orang lain yang tak bersalah. Adakah kebenaran yang kita tahan hari ini hanya karena takut kehilangan muka?

Tuhan, ajari aku lebih takut kehilangan hati nurani daripada kehilangan muka. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →