‹ Semua renungan

Jumat, 2 Agustus 2030

Anak Tukang Kayu Itu

Di kampung, semua orang tahu asal-usul kita. Tahu bapak kita tukang apa, tahu kita dulu anak yang bagaimana. Itu enaknya tinggal di kampung, dan itu juga susahnya.

Yesus pulang ke Nazaret dan mengajar di rumah ibadat. Orang takjub pada hikmat-Nya, tetapi ketakjuban itu cepat berubah masam. 'Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya Maria?' Mereka mengenal-Nya terlalu lama sampai tidak sanggup melihat-Nya baru.

Kadang yang menghalangi kita bukan ketidaktahuan, melainkan kesan lama yang telanjur mengeras. Kita sudah memberi label pada seseorang. Tetangga yang dulu berutang itu. Suami yang begitu-begitu saja. Anak yang dulu bandel dan sampai sekarang tetap kita anggap bandel. Lalu kita tidak bisa lagi melihat rahmat yang mungkin sedang tumbuh dalam dirinya.

Kemarin kita mendengar tentang ahli Taurat yang mengeluarkan harta baru dan lama dari perbendaharaannya. Hari ini orang Nazaret hanya sanggup mengeluarkan yang lama. Injil mencatat kalimat yang menyayat: karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ. Mukjizat pun bisa terhalang oleh mata yang sudah menghakimi.

Kepada siapa hari ini kita menutup mata, hanya karena merasa sudah kenal?

Tuhan, bukalah mataku yang keras. Ajari aku melihat orang-orang dekatku dengan pandangan yang baru. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →