Kamis, 1 Agustus 2030
Tanah Liat yang Meleot
Pernahkah Anda memperhatikan tangan pembuat gerabah? Tanah liat berputar di atas pelarikan. Ketika bentuknya meleot dan gagal, tukang periuk tidak membuangnya. Ia meremasnya kembali menjadi gumpalan, lalu mulai lagi dari awal.
Yeremia disuruh datang ke rumah tukang periuk hanya untuk melihat itu. 'Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku,' firman Tuhan. Kita sering mengira kegagalan adalah akhir, bejana penyok yang tinggal dibuang. Tetapi tangan Allah bukan tangan yang membuang. Ia sabar mengembalikan kita ke bentuk yang Ia kehendaki.
Kemarin kita mendengar tentang mutiara berharga yang dicari sampai ketemu. Hari ini Yesus bicara tentang pukat yang menjaring segala jenis ikan, lalu dipilah di pantai pada waktunya, tidak tergesa. Dua gambar yang sama-sama sabar. Tuhan tidak buru-buru menghakimi. Ia menjaring dulu, menyimpan yang baik, dan menahan pemilahan sampai saatnya benar-benar tiba.
Santo Alfonsus Maria de Liguori, yang kita rayakan hari ini, menghabiskan hidupnya meyakinkan orang berdosa bahwa mereka belum terbuang. Selalu ada pelarikan yang berputar lagi.
Adakah bagian dari diri kita yang sudah kita anggap terlanjur rusak?
Tuhan, aku ini tanah liat yang sering meleot. Bentuklah aku kembali dengan sabar, sampai jadi seperti yang Kaumaui. Amin.