Selasa, 30 Juli 2030
Bukan Kita Penuainya
Menampi beras adalah pekerjaan yang tidak bisa diburu-buru. Butir beras dan kerikil kecil serupa warnanya. Perlu tampah, perlu cahaya, perlu tangan yang tenang. Salah pilah, nasi berpasir.
Kemarin Kerajaan Sorga digambarkan sebagai ragi dan biji sesawi. Hari ini murid-murid meminta penjelasan tentang lalang, dan Yesus membuka semuanya: ladang ialah dunia, penabur ialah Anak Manusia, musuh ialah Iblis. Lalu bagian yang paling sering kita lupakan: waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat.
Penuainya malaikat. Bukan kita. Kita ini sesama tanaman di ladang yang sama, bukan panitia panen. Tugas memisahkan yang baik dan yang jahat ada di tangan Allah pada waktu-Nya, bukan di tangan kita hari ini.
Yeremia, dalam bacaan pertama, tidak berdiri menghakimi umat yang berdosa; air matanya bercucuran siang dan malam bersama mereka. Santo Alfonsus Maria de Liguori, yang kita kenang hari ini, terkenal sebagai bapa pengakuan yang lembut kepada para pendosa, di masa banyak orang bersikap keras.
Yang berdosa didoakan dan ditangisi, bukan dicabut.
Tuhan, sabarkanlah aku menunggu musim menuai-Mu, dan basahilah mataku bagi mereka yang tersesat. Amin.