Senin, 29 Juli 2030
Segenggam Ragi
Perhatikanlah ibu-ibu yang membuat roti atau donat. Ragi yang dipakai hanya sesendok kecil, kalah jauh dari tepungnya. Ia diaduk, lalu hilang tak kelihatan. Adonan didiamkan, seolah tidak terjadi apa-apa. Beberapa jam kemudian: mengembang semuanya.
Yesus berkata, Kerajaan Sorga seumpama ragi yang diadukkan seorang perempuan ke dalam tiga sukat tepung sampai khamir seluruhnya. Juga seumpama biji sesawi, yang paling kecil dari segala benih, tetapi tumbuh menjadi pohon tempat burung bersarang.
Dua-duanya kecil. Dua-duanya bekerja diam-diam. Dua-duanya butuh waktu. Kerajaan Allah rupanya tidak datang dengan pengumuman besar, melainkan menyusup lewat hal-hal yang nyaris tak terlihat: kesabaran seorang ibu, kejujuran seorang pegawai, doa yang tidak pernah diketahui siapa-siapa.
Hari ini kita mengenang Marta, Maria, dan Lazarus. Marta melayani di dapur Betania, pekerjaan yang jarang dipuji dan cepat dilupakan. Tetapi dari dapur seperti itulah Yesus dijamu, dan rumah itu menjadi tempat Ia merasa di rumah.
Jangan remehkan yang kecil dan tersembunyi. Segenggam ragi cukup untuk mengubah seisi adonan.
Tuhan, jadikanlah aku ragi-Mu: kecil, tersembunyi, tetapi mengubah dari dalam. Amin.