Minggu, 28 Juli 2030
Piramida Terbalik
Perhatikanlah susunan panggung dalam upacara resmi. Semakin penting seseorang, semakin tinggi tempat duduknya, semakin empuk kursinya, semakin dekat ke depan. Dunia memang tersusun seperti piramida: yang besar di puncak, yang kecil di bawah, menyangga.
Ibu anak-anak Zebedeus memahami dunia seperti itu. Maka permintaannya masuk akal: dua kursi terbaik bagi kedua anaknya, di kanan dan di kiri Raja. Ia hanya ingin anak-anaknya naik piramida lebih cepat. Sepuluh murid lain marah, dan kemarahan itu membongkar isi hati mereka sendiri: diam-diam mereka menginginkan kursi yang sama.
Yesus memanggil semuanya, lalu membalik piramida itu: "Kamu tahu, pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu." Puncak yang baru adalah tempat paling bawah. Dan Ia sendiri teladannya: Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Bacaan pertama memperlihatkan bagaimana hidup semacam itu terasa dari dalam. Paulus menyebut dirinya bejana tanah liat yang menyimpan harta. Ia ditindas namun tidak terjepit, habis akal namun tidak putus asa, dianiaya namun tidak ditinggalkan sendirian. Orang yang turun dari piramida memang tampak kalah di mata dunia. Tetapi justru dalam kerapuhan itu kekuatan Allah bekerja leluasa, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari manusia.
Kita hidup di tengah piramida-piramida kecil setiap hari: kantor, lingkungan, bahkan keluarga dan komunitas gereja. Godaannya sama tuanya dengan ibu Zebedeus: mengamankan kursi, mengejar gelar, minta dihormati. Injil hari ini tidak melarang kita menjadi besar. Ia mengubah jalannya. Mau besar? Layanilah. Mau terkemuka? Jadilah hamba.
Cobalah minggu ini satu latihan sederhana. Di tempat kita paling berkuasa, entah sebagai orang tua, atasan, atau senior, pilihlah satu pekerjaan pelayan dan kerjakan sendiri tanpa pengumuman. Mengangkat piring kotor, membereskan yang berantakan, mendengarkan yang paling muda sampai selesai. Kecil, tetapi itulah cara ikut membalik piramida.
Sebab pada akhirnya, di Kerajaan Allah, kursi tidak direbut. Kursi diberikan kepada mereka yang tidak sibuk mencarinya.
Tuhan Yesus, Engkau turun ke tempat paling bawah untuk mengangkat kami. Ajarilah aku berebut satu hal saja: tempat untuk melayani. Amin.