Sabtu, 27 Juli 2030
Jangan Dicabut Dulu
Siapa pernah menyiangi kebun tahu susahnya: rumput liar yang muda hampir serupa dengan tanaman muda. Mencabut terburu-buru bisa berarti mencabut yang salah. Petani yang baik menunggu sampai keduanya cukup besar untuk dibedakan.
Kemarin kita diajak memeriksa tanah hati kita. Hari ini ladang yang sama disusupi musuh: lalang ditabur di antara gandum. Para hamba bersemangat: maukah tuan supaya kami mencabutnya? Jawaban tuan itu mengejutkan: jangan, sebab mungkin gandum ikut tercabut. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.
Betapa berbeda dengan kita. Kita gatal ingin segera mencabut: menghakimi orang, memvonis kelompok, memastikan siapa lalang siapa gandum. Padahal mata kita rabun dan hati orang tidak kelihatan. Kesabaran Allah bukan kelemahan; itu kemurahan yang memberi waktu untuk bertobat.
Hari ini kita juga mengenang Marta, Maria, dan Lazarus, sahabat-sahabat Yesus di Betania. Rumah mereka pun bukan rumah orang sempurna; ada yang sibuk sampai menggerutu, ada yang duduk diam saja. Tetapi Yesus betah di sana.
Tuhan sabar terhadap ladang yang campuran. Beranikah kita ikut sabar?
Tuhan, tahanlah tanganku yang gatal menghakimi. Jadikanlah aku sabar seperti Engkau. Amin.