Jumat, 26 Juli 2030
Tanah Tempat Benih Jatuh
Dua pot bunga bisa berasal dari bibit yang sama, disiram air yang sama, tetapi tumbuh berbeda. Rahasianya hampir selalu di tanahnya. Tanah yang gembur menghidupkan; tanah yang keras membiarkan benih mati di permukaan.
Hari ini Yesus menjelaskan perumpamaan penabur. Benihnya satu dan baik: firman. Yang membedakan hasilnya adalah tanah: pinggir jalan yang keras, tanah berbatu yang dangkal, semak duri yang penuh kekuatiran dan tipu daya kekayaan, dan tanah baik yang mendengar serta mengerti.
Tanah pertama tempat benih iman jatuh biasanya bukan gereja, melainkan rumah. Pada peringatan Santo Yoakim dan Santa Anna ini pantaslah kita bertanya: rumah macam apa yang mereka siapkan, sampai benih seperti Maria bisa bertumbuh di sana? Pasti bukan rumah yang mewah. Tetapi pasti tanah yang gembur: doa, kesetiaan, kata-kata yang baik.
Yeremia hari ini menyampaikan janji Tuhan: Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku. Gembala pertama setiap anak adalah orang tuanya sendiri.
Rumah kita sedang menjadi tanah yang mana?
Tuhan, gemburkanlah tanah rumah kami, supaya firman-Mu berbuah di sana, tiga puluh, enam puluh, seratus kali lipat. Amin.