Kamis, 25 Juli 2030
Kursi dan Cawan
Di setiap kondangan selalu ada drama kecil soal tempat duduk. Kursi depan untuk orang penting, dan orang rela datang lebih awal demi deretan itu. Duduk di mana, ternyata, adalah soal harga diri.
Ibu anak-anak Zebedeus berpikir serupa. Ia sujud di hadapan Yesus dan meminta dua kursi terbaik bagi Yakobus dan Yohanes: satu di kanan, satu di kiri Kerajaan. Jawaban Yesus mengejutkan: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?" Mereka menjawab ringan: kami dapat.
Yesus tidak menjanjikan kursi. Ia menjanjikan cawan. Dan janji itu terpenuhi. Yakobus, yang pestanya kita rayakan hari ini, menjadi rasul pertama yang dibunuh karena imannya. Cawan penderitaan itu sungguh diminumnya sampai tetes terakhir.
Lalu Yesus membalik ukuran dunia: barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Kebesaran tidak diukur dari kursi yang diduduki, melainkan dari kaki yang dibasuh.
Kita semua sedang mengincar kursi tertentu: jabatan, pengakuan, tempat terhormat. Hari ini Yakobus seolah bertanya dari surga: cawannya, berani juga?
Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari rebutan kursi. Berilah aku keberanian meminum cawan pelayanan. Amin.