Sabtu, 20 Juli 2030
Mencari Selagi Gelap
Orang yang kehilangan sesuatu yang sangat berharga tidak bisa menunggu pagi. Ia bangun, menyalakan lampu, membongkar laci, menyusuri kembali jalan yang tadi dilewati. Kidung Agung melukiskannya: di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.
Maria Magdalena adalah pencari seperti itu. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, ia sudah berada di kubur. Ia tidak datang mencari mukjizat. Ia mencari jenazah, sisa terakhir dari Dia yang pernah memulihkan hidupnya. Bahkan yang sudah mati pun tetap dicarinya. Itulah cinta.
Dan pencarian dalam gelap itu diganjar penemuan terbesar sepanjang sejarah: bukan mayat, melainkan Tuhan yang hidup. Air matanya belum kering ketika namanya dipanggil, dan ia diutus membawa kabar itu kepada para murid.
Kita sering menunda mencari Tuhan sampai keadaan terang: sampai masalah selesai, sampai hati tenang, sampai sempat. Maria mengajarkan yang sebaliknya. Carilah justru selagi gelap. Tuhan yang bangkit suka menampakkan diri sebelum matahari terbit.
Apa yang sedang gelap dalam hidup kita? Di situlah pencarian dimulai.
Tuhan, jantung hatiku, kucari Engkau selagi hari masih gelap. Biarkanlah aku menemukan-Mu dan tak melepaskan-Mu lagi. Amin.