Kamis, 18 Juli 2030
Kuk Berdua
Kuk adalah kayu lengkung yang dipasang di tengkuk sepasang sapi pembajak. Perhatikan: sepasang. Kuk hampir selalu dibuat untuk dua leher. Dengan begitu beban bajak tidak ditanggung satu ekor saja; ada yang menarik bersama, ada yang mengatur irama.
Kemarin Yesus bersyukur karena Bapa menyatakan diri kepada orang kecil. Hari ini Ia mengundang orang-orang kecil itu: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
Menarik, Ia tidak berjanji mencopot semua beban. Ia berkata: pikullah kuk yang Kupasang. Masih ada kuk, masih ada beban. Bedanya, kuk itu dipasang oleh tangan yang lemah lembut, dan di sebelah kita ada Dia yang ikut menarik. Kuk yang Kupasang itu enak, kata-Nya, sebab tidak pernah dipikul sendirian.
Banyak dari kita lelah bukan karena bebannya terlalu berat, melainkan karena memikulnya sendirian. Gengsi minta tolong, malu mengaku lelah, sungkan berdoa.
Yesaya hari ini berbisik hal yang sama: segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.
Beban mana yang hari ini mau kita pindahkan ke kuk yang berdua dengan Yesus?
Tuhan Yesus yang lemah lembut, aku letih. Pasanglah kuk-Mu, dan berjalanlah di sebelahku. Amin.