Selasa, 16 Juli 2030
Satu Akar Kata
Ketika kabar buruk datang, Raja Ahas dan seluruh rakyatnya gemetar "seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin". Gambaran yang jujur. Hati yang takut memang seperti itu: bergoyang ke mana-mana, tidak bisa diam.
Kepada raja yang gemetar itu Yesaya diutus dengan pesan: teguhkanlah hatimu, tinggallah tenang. Dua kerajaan yang mengancam itu hanya "dua puntung kayu api yang berasap". Kelihatan menakutkan, padahal tinggal asapnya.
Lalu nabi menutup dengan kalimat yang dalam bahasa aslinya merupakan permainan kata: jika kamu tidak percaya, kamu tidak teguh. Percaya dan teguh berasal dari satu akar kata Ibrani, akar yang sama yang melahirkan kata amin. Artinya kokoh, dapat dipegang. Orang beriman adalah orang yang berpegang pada Yang Kokoh, maka ia ikut kokoh.
Injil hari ini melanjutkan kisah kemarin: setelah selesai berpesan kepada para utusan-Nya, Yesus mengecam kota-kota yang menyaksikan banyak mujizat tetapi tidak bertobat. Melihat saja rupanya tidak cukup. Harus berpegang.
Apa yang hari ini membuat kita bergoyang seperti pohon ditiup angin? Periksalah baik-baik: jangan-jangan hanya puntung berasap.
Tuhan, kepada-Mu aku berpegang. Teguhkanlah hatiku yang mudah goyah. Amin.