‹ Semua renungan

Sabtu, 13 Juli 2030

Harga Burung Pipit

Burung pipit tidak pernah masuk berita. Ia terlalu kecil untuk diburu, terlalu murah untuk dicuri. Di sawah ia diusir, di pasar ia dijual dua ekor seduit. Rasanya tidak ada makhluk yang lebih gampang diabaikan.

Justru burung itulah yang dipakai Yesus hari ini. Kemarin Ia berterus terang soal aniaya yang menanti para utusan. Hari ini Ia meneruskan pesan itu dengan tiga kali berkata: jangan takut. Alasannya bukan karena bahayanya tidak nyata, melainkan karena Bapa memperhatikan. Seekor pipit pun tidak jatuh ke bumi di luar kehendak-Nya. Bahkan rambut kepala kita terhitung semuanya.

Coba renungkan: siapa yang sanggup menghitung rambut? Ibu yang paling sayang pun tidak. Allah mengenal kita sampai ke detail yang kita sendiri tidak tahu.

Yesaya, dalam bacaan pertama, gemetar melihat kekudusan Allah: celakalah aku, orang yang najis bibir. Tetapi begitu bibirnya disentuh bara pengampunan, ketakutan berubah menjadi keberanian: "Ini aku, utuslah aku!"

Ketakutan memang tidak hilang dengan dilawan. Ia hilang ketika kita tahu betapa berharganya kita di mata Bapa.

Bapa, Engkau menghitung rambutku dan menjaga jatuhku. Usirlah takutku, dan utuslah aku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →