Kamis, 11 Juli 2030
Belajar Berjalan
Kemarin dua belas nama dipanggil dan dibekali kabar bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat; hari ini mereka diberangkatkan untuk menyembuhkan dan memberi. Tetapi sebelum melangkah jauh, baiklah kita menengok gambar paling lembut tentang Allah yang disodorkan Hosea hari ini.
Setiap orang tua mengenal saat ini: anak kecil belajar berjalan. Ayah atau ibu membungkuk, memegang dua tangan mungil, melangkah pelan mengikuti kaki yang goyah. Punggung pegal, tetapi hati penuh.
Hosea berkata, begitulah Allah: "Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku." Ia menarik kita dengan tali kesetiaan dan ikatan kasih. Ia bahkan membungkuk untuk memberi kita makan. Allah yang mahatinggi ternyata gemar membungkuk.
Dan ketika anak itu besar lalu pergi meninggalkan-Nya, hati Allah tidak berbalik menjadi murka. "Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim?" Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia.
Santo Benediktus menyebut biaranya sekolah pengabdian Tuhan. Di sekolah itu semua murid adalah anak yang sedang belajar berjalan. Jatuh bangun bukan aib, melainkan bagian pelajaran.
Hari ini, biarkanlah Tuhan memegang tangan kita lagi.
Bapa, aku anak-Mu yang masih belajar melangkah. Peganglah tanganku, dan jangan lepaskan. Amin.