Selasa, 9 Juli 2030
Doa dan Cangkul
Bulan-bulan panen selalu sama ceritanya di desa: padi menguning serentak, tetapi tangan yang memanen sedikit. Pemilik sawah berkeliling mencari orang, sebab padi yang terlambat dituai akan rebah dan rusak di batangnya.
Kemarin kita melihat Yesus menyembuhkan perempuan sakit dan membangkitkan anak yang sudah ditangisi. Hari ini Ia berhenti sejenak dan memandang orang banyak. Hati-Nya tergerak: mereka lelah dan terlantar seperti domba tanpa gembala. Lalu keluarlah kalimat itu: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit."
Menarik, perintah pertama-Nya bukan "pergilah bekerja", melainkan "mintalah". Berdoalah supaya tuan tuaian mengirim pekerja. Kerja Allah selalu berawal dari doa, dan doa yang sungguh selalu berujung kerja.
Santo Benediktus, yang kita peringati hari ini, merangkum keduanya dalam semboyan yang bertahan belasan abad: ora et labora, berdoa dan bekerja. Biara-biaranya mengajarkan bahwa mendoakan tuaian dan mengangkat cangkul adalah dua sisi dari kesetiaan yang sama.
Kita sudah lama berdoa meminta pekerja. Pernahkah terpikir bahwa jawaban doa itu adalah kita sendiri?
Tuhan, tuaian-Mu banyak. Inilah aku, pekerja kecil-Mu. Utuslah aku hari ini. Amin.