Sabtu, 6 Juli 2030
Kain Penambal
Setiap penjahit tahu aturan ini: kain baru yang belum susut jangan dipakai menambal baju tua. Sekali dicuci, kain baru itu menyusut, menarik jahitan, dan koyaknya makin lebar. Niat memperbaiki, hasilnya merusak.
Kemarin Yesus makan bersama para pemungut cukai. Hari ini Ia ditanya soal puasa: mengapa murid-murid-Nya tidak berpuasa? Yesus menjawab dengan gambar penjahit dan pembuat anggur. Anggur baru menuntut kantong baru. Hidup baru menuntut wadah baru.
Sering kita ingin menerima rahmat Tuhan tanpa mengubah apa pun. Kebiasaan lama dipertahankan, dendam lama dipelihara, lalu rahmat ditambalkan di atasnya. Hasilnya koyak di mana-mana. Rahmat bukan tambalan. Rahmat itu pakaian baru.
Amos, yang kemarin berbicara tentang kelaparan akan firman, hari ini menutup kitabnya dengan janji: Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh. Allah memang tidak suka menambal seadanya. Ia membangun ulang, sampai gunung-gunung meniriskan anggur baru.
Bagian mana dari hidup kita yang selama ini hanya kita tambal, padahal Tuhan ingin menjadikannya baru?
Tuhan, jangan biarkan aku puas dengan tambalan. Jadikanlah hatiku kantong baru bagi anggur-Mu. Amin.