Jumat, 5 Juli 2030
Meja untuk Orang Salah
Kemarin kita menyaksikan Yesus mengampuni dosa orang lumpuh sebelum menyembuhkan kakinya. Hari ini pengampunan itu melangkah lebih jauh: masuk ke meja makan.
Di kampung kita, undangan makan bukan perkara perut saja. Diundang makan berarti diakui sebagai orang dalam. Maka duduk semeja dengan orang yang dicap buruk bisa membuat nama kita ikut tercemar.
Yesus tahu itu, dan tetap melakukannya. Ia memanggil Matius dari rumah cukai, tempat yang dijauhi orang baik-baik, lalu makan di rumahnya bersama para pemungut cukai dan orang berdosa. Orang Farisi protes. Jawaban-Nya sederhana dan telak: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit."
Amos hari ini berbicara tentang kelaparan yang paling dalam: lapar akan firman Tuhan. Matius sedang lapar seperti itu, meski mejanya penuh uang. Satu kalimat, "Ikutlah Aku," dan ia berdiri meninggalkan semuanya.
Siapa orang yang diam-diam kita coret dari daftar undangan hidup kita? Barangkali justru di mejanya Yesus sedang duduk.
Tuhan Yesus, Engkau memanggilku bukan karena aku benar. Ajarilah aku membuka meja bagi mereka yang dianggap salah. Amin.