Selasa, 2 Juli 2030
Tidur di Tengah Badai
Hujan deras tengah malam selalu membangunkan yang punya rumah. Bunyi genteng, cemas air masuk, mata tak bisa terpejam. Semakin besar rasa tanggung jawab, semakin sulit tidur.
Maka aneh sekali pemandangan di Injil hari ini. Badai mengamuk, perahu ditimbus gelombang, dan Yesus tidur. Bukankah Ia yang paling bertanggung jawab atas rombongan itu?
Tidur Yesus bukan tanda lalai. Itu tanda percaya. Ia beristirahat dalam tangan Bapa, seperti anak kecil tidur pulas di perjalanan karena tahu ayahnya yang memegang kemudi. Murid-murid membangunkan Dia dengan panik: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Jawaban-Nya menusuk: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?"
Amos hari ini bertanya: mengaumkah singa jika tidak ada apa-apa? Tuhan memang berbicara lewat gemuruh zaman. Tetapi suara-Nya bukan untuk membinasakan, melainkan mengajak umat-Nya berbalik dan bersiap bertemu dengan Dia.
Badai kita hari ini mungkin bukan danau: tagihan, penyakit, kabar buruk. Pertanyaannya tetap sama. Kita panik karena gelombangnya terlalu besar, atau karena percayanya terlalu kecil?
Tuhan, di tengah badai hidupku, ajarilah aku tenang seperti Engkau, sebab Bapa yang memegang kemudi. Amin.