Senin, 1 Juli 2030
Bekas Luka yang Berbicara
Hampir setiap orang punya bekas luka. Di lutut, di lengan, di dagu. Dan hampir setiap bekas luka punya cerita: jatuh dari sepeda waktu kecil, tersayat pisau dapur, operasi yang menyelamatkan nyawa. Bekas luka adalah sejarah yang ditulis di kulit.
Hari ini kita memperingati Santo Tomas. Ia minta bukti yang aneh: bukan wajah Yesus, bukan suara-Nya, melainkan bekas paku. Dan Yesus yang bangkit ternyata tidak menghapus bekas itu. Tubuh mulia-Nya tetap menyimpan lubang paku dan luka lambung. Mengapa?
Mungkin karena kasih sejati justru dikenali dari lukanya. Yesus tidak membuktikan diri dengan kehebatan, melainkan dengan bekas pengorbanan. "Taruhlah jarimu di sini." Dan Tomas menyerah: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Kita pun dipanggil serupa. Surat Efesus menyebut kita batu-batu yang dibangun menjadi kediaman Allah. Batu bangunan tidak ada yang mulus. Justru bekas pahatan membuatnya pas pada tempatnya.
Adakah luka dalam hidup kita yang selama ini kita sembunyikan, padahal bisa menjadi kesaksian?
Tuhan Yesus, lewat luka-Mu aku percaya. Jadikanlah bekas lukaku cerita tentang kasih-Mu. Amin.