‹ Semua renungan

Kamis, 27 Juni 2030

Rantai yang Gugur

Petrus tidur di penjara. Bukan tidur biasa, ia terbelenggu dua rantai, diapit dua prajurit, dan di luar pintu masih ada penjaga. Besok pagi Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, hampir pasti untuk dihukum mati, seperti Yakobus sebelumnya.

Yang menarik, di malam segenting itu, Petrus tidur nyenyak, sampai malaikat harus menepuknya. Dari mana datang ketenangan seperti itu, di ambang kematian?

Barangkali jawabannya ada pada satu kalimat kecil dalam bacaan. 'Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.' Sementara Petrus terbelenggu, ada persekutuan yang berjaga dalam doa. Ia tidur, tetapi tidak sendirian. Ada tangan-tangan tak terlihat yang menopangnya.

Lalu malaikat datang, cahaya bersinar, dan rantai itu gugur dari tangan Petrus. Pintu-pintu besi terbuka dengan sendirinya. Ia berjalan keluar, mula-mula mengira sedang bermimpi.

Betapa sering kita meremehkan kekuatan doa yang dipanjatkan diam-diam untuk orang lain. Ada orang yang sedang terbelenggu oleh persoalan berat, lalu perlahan rantainya gugur, sebagian karena ada yang mendoakannya tanpa ia sadari.

Dalam Injil, Yesus berkata kepada Petrus, 'Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.' Penjara Herodes adalah salah satu wajah alam maut itu. Dan benar, ia tidak menang. Rantai gugur, pintu terbuka.

Hari ini, siapa yang sedang terbelenggu di sekitar kita, yang barangkali sedang menunggu doa kita untuk mulai menggugurkan rantainya?

Tuhan, ajarilah aku setia mendoakan mereka yang terbelenggu, sekalipun mereka tak tahu. Dan ketika giliranku terkurung, ingatkan aku bahwa Engkau sanggup menggugurkan rantai dan membuka pintu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →