‹ Semua renungan

Rabu, 26 Juni 2030

Kitab yang Berdebu

Ada penemuan yang mengubah sejarah sebuah bangsa, dan itu bermula dari pekerjaan renovasi biasa. Ketika Bait Allah sedang diperbaiki, imam besar Hilkia menemukan sesuatu di antara reruntuhan: kitab Taurat. Firman Tuhan sendiri, yang selama bertahun terselip, terlupakan, tertimbun debu.

Renungkan betapa memilukannya itu. Umat Allah memiliki firman-Nya, tetapi mereka kehilangan jejaknya sendiri. Bukan karena kitab itu dicuri musuh, melainkan karena mereka lupa membacanya. Ada di rumah, tetapi tak tersentuh.

Ketika kitab itu dibacakan di depan Raja Yosia, ia mengoyakkan pakaiannya. Ia terguncang menyadari betapa jauh bangsanya telah menyimpang dari yang tertulis. Lalu ia mengumpulkan seluruh rakyat, membacakan kitab itu keras-keras, dan memperbarui perjanjian dengan Tuhan.

Kadang yang kita butuhkan bukanlah wahyu baru, melainkan menemukan kembali yang sudah lama kita miliki. Berapa banyak Kitab Suci teronggok di rak, bersih dari debu di sampulnya karena sering dilap, tetapi jarang dibuka isinya?

Dalam Injil, Yesus berkata, dari buahnya kita mengenal pohonnya. Firman yang dibaca dan dihidupi menghasilkan buah. Firman yang hanya disimpan tidak menumbuhkan apa-apa. Sebuah kitab yang tertutup sama tak berbuahnya dengan pohon yang mati.

Yosia menunjukkan bahwa pembaruan sejati sering dimulai dengan membuka kembali yang lama, bukan mencari yang baru.

Hari ini, firman mana yang sudah lama kita miliki tetapi kita biarkan berdebu, menunggu untuk ditemukan kembali?

Tuhan, ampuni aku yang sering menyimpan firman-Mu tanpa membacanya. Bantulah aku menemukannya kembali, dan seperti Yosia, berani mengubah hidup sesuai dengan yang tertulis. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →