‹ Semua renungan

Selasa, 18 Juni 2030

Ahab yang Mengoyak Baju

Kemarin kita melihat Ahab merampas kebun Nabot lewat darah. Hari ini Tuhan mengirim Elia dengan kabar penghakiman yang mengerikan: di tempat anjing menjilat darah Nabot, di situ anjing akan menjilat darahmu.

Kita menunggu Ahab meledak marah, seperti biasa. Tetapi terjadi hal yang mengejutkan. Ahab mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung, berpuasa, dan berjalan dengan langkah lamban. Raja yang sombong itu merendahkan diri.

Dan yang lebih mengejutkan adalah tanggapan Tuhan. 'Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku?' Lalu hukuman itu ditunda. Ahab, si perampas dan pembunuh, masih diberi kelonggaran karena satu gerak pertobatan.

Betapa mudah kita menutup pintu bagi orang yang kita anggap sudah keterlaluan. Ada nama-nama yang dalam hati sudah kita coret, kita anggap mustahil berubah. Tetapi Tuhan tidak secepat itu menutup pintu. Ia melihat retak kecil kerendahan hati bahkan pada seorang Ahab.

Dalam Injil hari ini Yesus meminta hal yang paling sukar: kasihilah musuhmu, berdoalah bagi yang menganiaya kamu. Alasannya, supaya kita menjadi anak-anak Bapa, yang menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik. Hujan Tuhan tidak memilih ladang siapa yang disirami.

Kalau Tuhan masih menunggu Ahab bertobat, siapa kita yang buru-buru memvonis orang lain tak mungkin berubah?

Hari ini, siapa yang sudah kita coret dari daftar orang yang layak diberi kesempatan kedua?

Tuhan, Engkau sabar bahkan terhadap Ahab. Lembutkan hatiku terhadap orang yang kuanggap keterlaluan, dan ajarilah aku mengasihi seperti Engkau, yang menyirami ladang semua orang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →