‹ Semua renungan

Senin, 10 Juni 2030

Diberi Makan Burung Gagak

Elia baru saja menyampaikan kabar buruk kepada raja: tidak akan ada hujan. Lalu Tuhan menyuruhnya bersembunyi di tepi sungai kecil bernama Kerit. Di sana, katanya, engkau akan diberi makan. Oleh siapa? Oleh burung gagak.

Burung gagak. Bukan burung yang dikenal murah hati. Dalam banyak budaya ia lambang kematian, pembawa firasat buruk, pemakan bangkai. Tetapi justru lewat paruh burung itulah Tuhan mengirim roti dan daging, pagi dan petang.

Ada pelajaran yang tenang di sini. Tuhan sering memberi rezeki lewat saluran yang tak kita sangka, bahkan yang kita kira mustahil. Kita menunggu pertolongan datang dari pintu depan, dari orang yang kita andalkan. Tuhan mengirimnya dari jendela, lewat orang atau kejadian yang tak masuk hitungan.

Dan sungai Kerit itu kecil. Elia harus belajar hidup dari sumber yang sederhana, hari demi hari, tanpa persediaan besar. Ia tidak diberi gudang, ia diberi cukup untuk hari ini.

Dalam Injil, Yesus menyebut berbahagia orang yang miskin di hadapan Allah. Miskin di hadapan Allah artinya tahu diri tidak punya cadangan sendiri, dan karena itu terbuka menerima. Orang yang merasa serba cukup jarang melihat burung gagak yang dikirim untuknya.

Hari ini, dari saluran tak terduga mana Tuhan pernah memberi kita makan, yang barangkali lupa kita syukuri?

Tuhan, Engkau sanggup memberi lewat burung gagak sekalipun. Bukalah mataku pada pertolongan-Mu yang datang dari arah yang tak kuduga, dan jadikan aku cukup percaya untuk hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →