Jumat, 31 Mei 2030
Berkat yang Diantar Kaki
Di kampung, orang sakit tidak pertama-tama membutuhkan kiriman uang. Yang paling menyembuhkan sering kali kedatangan: ada yang mau datang, duduk, dan mendengarkan. Orang Jawa menyebutnya tilik.
Maria baru saja menerima kabar terbesar dalam sejarah: ia akan mengandung Putra Allah. Reaksinya bukan duduk menikmati keistimewaan itu. Ia berangkat, berjalan jauh ke pegunungan, menuju rumah Elisabet yang sudah tua dan sedang mengandung. Salamnya saja membuat bayi dalam rahim Elisabet melonjak kegirangan, dan Elisabet penuh dengan Roh Kudus.
Berkat itu rupanya menular lewat kunjungan. Maria membawa Yesus dalam rahimnya, maka kehadirannya menjadi kehadiran-Nya. Lalu meledaklah Magnificat: 'Jiwaku memuliakan Tuhan.' Madah terindah Gereja itu tidak lahir di bait suci, melainkan di rumah seorang saudari, di tengah urusan dapur dan kandungan.
Zefanya hari ini bahkan melukiskan Allah yang bersorak-sorai karena umat-Nya, bergirang karena engkau dengan sukacita. Allah kita memang Allah yang datang berkunjung.
Bulan Maria kita tutup dengan meniru gerakan kakinya. Siapa yang sedang menunggu kedatangan kita: yang sakit, yang sendirian, yang lama menghilang dari lingkungan?
Tuhan, jadikanlah kakiku pengantar berkat-Mu, seperti kaki Maria ke rumah Elisabet. Amin.