‹ Semua renungan

Minggu, 26 Mei 2030

Dipilih Lebih Dulu

Semua orang yang pernah menunggu dipilih masuk regu permainan waktu kecil tahu rasanya: berdiri berjajar, menunduk, berharap namanya disebut. Dipilih itu melegakan. Dipilih lebih dulu, sebelum sempat menunjukkan apa-apa, itu hampir tidak masuk akal.

Injil hari ini persis tentang hal yang hampir tidak masuk akal itu. 'Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.' Iman kita, kalau ditelusuri sampai ke hulunya, bukanlah lamaran kita yang diterima Allah, melainkan pilihan Allah yang mendahului segalanya. Yohanes menuliskan hukum arus itu dalam bacaan kedua: 'Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita.' Kasih selalu mengalir dari atas lebih dulu; bagian kita adalah meneruskannya.

Bacaan pertama memperlihatkan betapa lebih lebar pilihan Allah daripada dugaan manusia. Petrus masuk ke rumah Kornelius, perwira Romawi, orang luar menurut peta keagamaan waktu itu. Ketika Kornelius tersungkur menyembahnya, Petrus menegakkan dia: 'Bangunlah, aku hanya manusia saja.' Lalu, sementara Petrus masih berbicara, Roh Kudus turun ke atas seisi rumah itu. Mendahului baptisan, mendahului prosedur, mendahului persetujuan siapa pun. Petrus hanya bisa mengangkat tangan: 'Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air?' Allah memilih lebih dulu, dan pilihan-Nya melompati pagar-pagar yang kita bangun.

Dipilih menjadi apa? Bukan menjadi hamba. 'Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat.' Hamba hanya menerima perintah; sahabat diberi tahu isi hati. Dan sahabat macam apa Dia? 'Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.' Ia mengucapkan kalimat itu beberapa jam sebelum membuktikannya.

Namun pilihan itu bukan piala untuk dipajang. 'Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.' Dipilih selalu berarti diutus. Dan seluruh perutusan itu diringkas dalam satu kalimat penutup: 'Kasihilah seorang akan yang lain.' Bukan saran yang boleh ditawar, melainkan perintah dari Sahabat yang sudah lebih dulu mati bagi kita.

Pekan ini, ingatlah satu hal setiap pagi: sebelum kita berbuat apa-apa, kita sudah dipilih dan dikasihi. Lalu edarkan pandangan: siapa di sekitar kita yang masih berdiri berjajar, menunggu ada yang menyebut namanya? Pilihlah dia lebih dulu, seperti kita pernah dipilih.

Tuhan, terima kasih karena Engkau memilihku lebih dulu. Jadikan aku sahabat yang meneruskan pilihan itu kepada mereka yang belum pernah dipilih siapa pun. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →