Sabtu, 25 Mei 2030
Jalan yang Dialihkan
Di jalan raya, papan bertuliskan dialihkan jarang disambut senyum. Kita sudah hafal rute, tiba-tiba diminta memutar entah lewat mana.
Paulus mengalami pengalihan dari langit. Dua kali ia hendak masuk wilayah baru: dicegah Roh Kudus memberitakan Injil di Asia, lalu tidak diizinkan Roh Yesus masuk Bitinia. Lukas tidak menjelaskan caranya; yang jelas arahnya: mereka terus digiring ke Troas, ke tepi laut. Malam itu Paulus melihat penglihatan, seorang Makedonia berseru: 'Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!' Maka Injil pun menyeberang ke Eropa.
Seandainya Paulus ngotot pada rutenya sendiri, lain sekali cerita sejarah. Rencana yang dicegat itu ternyata bukan penolakan, melainkan penunjuk arah.
Santo Yusuf, pekerja sederhana yang kita kenang hari ini, juga hidup dari pengalihan. Rencana pernikahannya, kota tempat tinggalnya, semuanya berkali-kali diubah lewat mimpi demi keselamatan Anak itu. Ia menurut, bangun, dan berangkat, tanpa banyak tanya.
Injil hari ini jujur: dunia bisa membenci para utusan. Jalan Tuhan memang tidak selalu nyaman, tetapi selalu menuju seseorang yang sedang berseru minta tolong. Rencana kita yang gagal bulan ini, jangan-jangan sedang menggiring kita ke Troas?
Tuhan, bila Engkau menutup jalanku, bukalah telingaku bagi seruan dari seberang. Amin.