‹ Semua renungan

Kamis, 23 Mei 2030

Kuk yang Tak Terpikul

Beban paling berat bukanlah yang kita pikul sendiri, melainkan yang kita taruh di pundak orang lain, padahal kita sendiri tidak sanggup memikulnya.

Kemarin persoalan sunat dibawa ke Yerusalem; hari ini sidangnya dimulai. Haruskah orang bukan Yahudi memikul seluruh hukum Taurat untuk selamat? Petrus bangkit dengan pertanyaan yang menohok: 'Mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?' Keselamatan datang dari kasih karunia Tuhan Yesus, bukan dari beratnya beban yang dipikul.

Injil hari ini terasa seperti kesimpulannya. Perintah Yesus diberikan bukan untuk membungkukkan punggung, melainkan 'supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.' Iman yang sehat bermuara pada sukacita.

Hari ini Gereja mengenang Santa Katarina dari Siena, perempuan muda tanpa jabatan apa pun yang berani menyurati para pemimpin Gereja, bahkan mendesak Paus kembali ke Roma. Ia tegas luar biasa, tetapi orang-orang mengingat sukacitanya yang menular.

Mari periksa cara kita beragama: lebih sering menghasilkan sukacita, atau menambah kuk di tengkuk orang lain?

Tuhan, ringankanlah tengkuk sesamaku dari beban yang kupasang sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →