‹ Semua renungan

Selasa, 14 Mei 2030

Julukan dari Antiokhia

Julukan tidak pernah dipilih sendiri. Orang lain yang memberi, berdasarkan apa yang mereka lihat berulang-ulang. Si tukang tidur. Si dermawan. Si tepat waktu. Julukan adalah cermin yang dipasang orang lain di punggung kita.

Kemarin kita mendengar Yerusalem akhirnya mengakui bahwa Allah mengaruniakan pertobatan kepada bangsa-bangsa lain juga. Hari ini buahnya tampak: di Antiokhia, orang Yunani berbondong-bondong percaya. Dan di kota itulah murid-murid untuk pertama kalinya disebut Kristen. Nama itu bukan hasil rapat internal jemaat. Itu julukan dari orang luar, artinya kira-kira: orang-orangnya Kristus. Rupanya yang paling sering terlihat dari hidup mereka memang Kristus.

Di tengah cerita itu ada Barnabas. Ia datang, melihat kasih karunia Allah, dan bersukacita. Lalu ia pergi jauh ke Tarsus untuk mencari Saulus dan menariknya masuk pelayanan. Orang yang penuh Roh senang mengajak, bukan bersaing.

Nama Kristen kini kita sandang sejak baptisan. Pertanyaannya menusuk: seandainya nama itu belum ada, akankah tetangga menjulukkannya kepada kita? Apa yang paling sering mereka lihat dari kita: Kristusnya, atau hal-hal lain?

Tuhan, jadikanlah hidupku alasan orang menyebut nama-Mu dengan hormat. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →