‹ Semua renungan

Senin, 13 Mei 2030

Garis yang Dihapus Allah

Setiap keluarga punya aturan makan yang tidak tertulis. Pantang ini, tabu itu, jangan dicampur yang ini dengan yang itu. Makanan memang sering menjadi garis batas: ini kami, itu mereka.

Petrus melihat penglihatan yang mengguncang garis-garis itu: kain lebar diturunkan dari langit, penuh segala jenis binatang, yang halal dan yang haram bercampur. Suara berkata: 'Sembelihlah dan makanlah!' Petrus menolak sampai tiga kali. Jawaban dari langit tegas: 'Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!'

Penglihatan itu ternyata bukan soal menu, melainkan soal manusia. Allah sedang membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain. Ketika Roh Kudus turun ke atas keluarga Kornelius yang bukan Yahudi, Petrus menyerah dengan kalimat yang indah: 'Bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?' Dan para pengkritiknya di Yerusalem pun ikut memuliakan Allah.

Dalam Injil, sang gembala memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya. Menurut nama, bukan menurut asal kampung, suku, atau golongan.

Kita pun menyimpan kain penglihatan sendiri: daftar orang yang diam-diam kita anggap bukan golongan kita. Siapa yang hari ini masih kucoret, padahal Allah sudah lama menuliskan namanya?

Tuhan, hapuslah garis-garis yang kubuat sendiri atas sesamaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →