‹ Semua renungan

Jumat, 10 Mei 2030

Rebah untuk Melihat

Ada orang yang baru bisa melihat setelah gelap sungguh-sungguh. Pasien yang divonis sakit berat tiba-tiba melihat mana yang penting. Pengusaha yang bangkrut baru melihat siapa sahabat sejatinya. Titik terendah kadang menjadi titik terang.

Kemarin Roh mengutus Filipus ke jalan yang sunyi. Hari ini Ia mencegat Saulus di jalan ke Damsyik. Saulus berangkat membawa surat kuasa dan hati yang berkobar untuk menangkap. Ia merasa paling melihat, paling benar. Lalu cahaya memancar, ia rebah ke tanah, dan tiga hari matanya buta. Justru dalam buta itu ia mulai melihat siapa yang selama ini dianiayanya: 'Akulah Yesus yang kauaniaya itu.'

Jangan lewatkan Ananias. Ia takut, dan keberatannya masuk akal: orang ini datang untuk menangkap kami. Tetapi ia tetap pergi, dan kata pertamanya menakjubkan: 'Saulus, saudaraku.' Musuh disapa saudara sebelum sempat membuktikan apa-apa.

Tuhan bisa merebahkan Saulus tanpa bantuan siapa pun. Tetapi untuk membangkitkannya, Ia memakai tangan manusia yang gemetar. Mungkin hari ini ada seorang Saulus yang sedang menunggu sapaan kita.

Tuhan, bila aku buta oleh kebenaranku sendiri, rebahkanlah aku, dan kirimkanlah seorang Ananias. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →