‹ Semua renungan

Senin, 29 April 2030

Ke Mana Angin Membawa

Angin adalah salah satu benda paling akrab sekaligus paling misterius. Kita tidak pernah melihat angin. Kita hanya melihat akibatnya, daun yang bergoyang, kulit yang terasa sejuk. Ia nyata, tetapi tak bisa digenggam. Yesus memakai angin ini untuk menjelaskan hal yang paling dalam kepada Nikodemus. 'Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang.'

Nikodemus datang malam-malam. Ia seorang terpelajar, guru di Israel, tetapi tersandung pada satu kalimat, kamu harus dilahirkan kembali. Bagaimana mungkin, katanya, seorang tua masuk kembali ke rahim ibunya? Ia berpikir dengan logika daging, dan lupa bahwa ada kelahiran yang bukan dari daging, melainkan dari Roh. Lahir dari Roh berarti hidup yang arahnya tidak lagi kita kendalikan sendiri, melainkan digerakkan oleh angin yang lebih besar.

Santa Katarina dari Siena, yang kita peringati hari ini, adalah contoh hidup yang dilahirkan dari Roh. Perempuan sederhana yang berani menegur para pembesar Gereja demi kebenaran, sampai disebut pujangga Gereja. Keberanian itu datang dari angin Roh yang meniupnya jauh melampaui perhitungan manusiawi.

Bacaan pertama memperlihatkan angin itu bekerja pada jemaat perdana. Ketika mereka berdoa, tempat itu bergoyang, dan mereka penuh Roh Kudus lalu berbicara dengan berani. Doa membuka jendela, dan Roh masuk seperti angin.

Beranikah kita membentangkan layar hidup kita, dan membiarkan Roh membawa kita ke arah yang tidak kita rencanakan?

Tuhan, tiuplah aku dengan Roh-Mu, dan berilah aku keberanian untuk dibawa ke mana pun Engkau menghendaki. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →