Sabtu, 13 April 2030
Pekerjaan Mengumpulkan
Kadang kebenaran keluar dari mulut orang yang paling tidak memahaminya. Kayafas, Imam Besar tahun itu, berkata dengan dingin, lebih baik satu orang mati daripada seluruh bangsa binasa. Ia memaksudkannya sebagai perhitungan politik yang kejam. Singkirkan satu orang yang merepotkan demi keamanan bersama.
Tetapi Yohanes menangkap sesuatu yang tidak disadari Kayafas. 'Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat.' Tanpa ia tahu, kata-katanya benar, hanya dengan makna yang jauh lebih dalam. Yesus memang akan mati untuk bangsa itu, bahkan untuk semua orang.
Dan Yohanes menambahkan satu kalimat yang indah. Yesus mati bukan hanya untuk satu bangsa, melainkan 'untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.' Kematian-Nya adalah pekerjaan mengumpulkan. Seperti gembala yang menyatukan kembali kawanan yang tersebar. Nabi Yehezkiel sudah menubuatkan hal yang sama, umat yang terserak di antara bangsa-bangsa akan dijemput, dikumpulkan, dijadikan satu, dengan satu gembala atas mereka.
Kita hidup di zaman yang pandai memecah. Mudah sekali kita terbelah karena selisih pendapat, karena kubu, karena luka lama yang tak kunjung didamaikan. Salib Kristus berdiri melawan arus itu. Ia ditinggikan justru untuk menarik semua orang menjadi satu.
Adakah satu perpecahan kecil di sekitar kita yang bisa mulai kita jahit kembali hari ini?
Tuhan Gembala, kumpulkan yang tercerai dalam diriku dan di sekelilingku, jadikan kami satu di dalam Engkau. Amin.