Kamis, 11 April 2030
Bertumbuh ke Dalam Nama
Memberi nama pada anak selalu jadi urusan besar dalam keluarga. Ada yang membuka kamus, ada yang menengok nama kakek, ada yang mencari arti yang bagus. Sebab kita percaya, diam-diam, bahwa nama menyimpan doa. Nama adalah harapan yang dipadatkan menjadi beberapa suku kata.
Hari ini Allah mengganti nama seorang tua. Abram menjadi Abraham, yang berarti bapa sejumlah besar bangsa. Yang menggelikan sekaligus mengharukan, waktu nama itu diberikan, Abraham belum punya anak seorang pun. Ia diberi nama yang jauh lebih besar daripada kenyataannya. Nama itu bukan laporan tentang masa lalu, melainkan janji tentang masa depan.
Dalam Injil, nama Abraham muncul lagi, tetapi dengan cara yang mengguncang. Yesus berkata, 'Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.' Orang-orang langsung mengambil batu. Sebab kalimat itu memakai nama Allah sendiri kepada Musa, Aku ada. Yesus tidak berkata Aku lebih tua dari Abraham. Ia berkata Aku ada, di luar waktu, sebelum segala mula.
Maka ada dua nama di hadapan kita. Abraham, manusia yang namanya adalah janji yang belum genap. Dan Yesus, yang nama-Nya adalah kepenuhan itu sendiri. Kita pun menyandang nama baru sejak dibaptis, yaitu anak Allah. Sering nama itu lebih besar dari kelakuan kita. Tetapi seperti Abraham, kita dipanggil untuk perlahan bertumbuh ke dalam nama yang sudah diberikan kepada kita.
Sudahkah hidup kita mulai menyerupai nama yang Tuhan berikan pada kita?
Tuhan, tolong aku bertumbuh menjadi seturut nama yang Kausematkan padaku dalam pembaptisan. Amin.