Sabtu, 6 April 2030
Orang Mana, Orang Macam Apa
'Orang mana?' Pertanyaan itu sering muncul lebih dulu daripada 'orang macam apa'. Kita cepat menilai seseorang dari kampung asalnya, dari logat, dari alamat. Seolah tempat lahir menentukan nilai seseorang.
Kemarin orang-orang bertanya-tanya dari mana asal Yesus. Hari ini pertengkaran itu memuncak. 'Mesias tidak datang dari Galilea!' kata mereka. Bagi mereka, perkaranya selesai. Cukup dengan menyebut Galilea, Yesus sudah gugur. Mereka bahkan tidak repot-repot mendengarkan apa yang Ia katakan.
Di tengah keramaian itu, ada satu suara yang berbeda. Nikodemus, yang pernah datang malam-malam kepada Yesus, bertanya pelan, 'Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar?' Ia tidak sedang membela, ia hanya minta keadilan yang paling dasar. Dengarkan dulu, baru menilai.
Betapa sering kita melakukan yang sebaliknya. Menilai dulu, baru mencari alasan untuk membenarkan penilaian kita. Sekali kita menaruh label pada seseorang, telinga kita menutup sendiri. Nabi Yeremia mengeluh seperti anak domba jinak yang dibawa ke pembantaian, tidak tahu ada persepakatan jahat terhadapnya. Fitnah memang sering bekerja dalam diam, di balik penilaian yang terburu-buru.
Adakah orang yang sudah kita coret dari hati kita, hanya karena asalnya, sebelum kita sempat sungguh mendengarkannya?
Tuhan, jagai telingaku agar mau mendengar dulu, sebelum mulutku menghakimi. Amin.