‹ Semua renungan

Jumat, 5 April 2030

Cermin yang Membuat Gelisah

Ada tipe orang yang kehadirannya membuat kita gelisah tanpa ia berbuat apa-apa. Ia jujur, dan kejujurannya seperti cermin. Ia tidak menuduh, tetapi di dekatnya kita jadi ingat hal-hal yang ingin kita lupakan. Kitab Kebijaksanaan melukiskan orang seperti itu dengan tajam, 'Hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita.'

Perhatikan, orang benar itu tidak melakukan kesalahan apa pun. Kesalahannya, kalau boleh disebut begitu, hanyalah bahwa hidupnya berbeda. 'Hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain.' Dan perbedaan itu terasa seperti celaan, meski ia diam saja.

Maka lahirlah rencana jahat. 'Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa.' Uji dulu kesabarannya. Lihat apakah Allah sungguh menolong dia. Ribuan tahun kemudian, kata-kata itu terdengar lagi di kaki salib, dari mulut orang-orang yang mengejek. Injil hari ini memperlihatkan awal dari semua itu. Orang-orang sudah berusaha menangkap Yesus, tetapi belum berhasil, sebab saat-Nya belum tiba.

Kita sering mengira dosa terbesar adalah perbuatan kasar. Padahal ada dosa yang lebih halus, yaitu membenci kebaikan hanya karena ia menelanjangi ketidakbaikan kita sendiri. Ketika seseorang yang lebih lurus membuat kita tidak nyaman, pertanyaannya bukan apa salahnya, melainkan apa yang sedang ia perlihatkan tentang diri kita.

Tuhan, bila kebaikan orang lain membuatku iri, ubahlah iri itu menjadi rindu untuk ikut menjadi baik. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →