Rabu, 3 April 2030
Pekerjaan yang Tak Pernah Libur
Kemarin orang lumpuh itu bangkit pada hari Sabat, dan justru karena itu Yesus dipersoalkan. Hari ini Ia menjawab dengan kalimat yang berani, 'Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.'
Kita terbiasa membayangkan Allah beristirahat pada hari ketujuh, lalu diam. Tetapi Yesus berkata Bapa tidak pernah benar-benar berhenti. Ada satu pekerjaan yang tak mengenal hari libur, yaitu memelihara. Sama seperti seorang ibu yang tidak pernah punya hari Sabat dari anaknya.
Nabi Yesaya memakai gambar itu. 'Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya?' Hampir mustahil. Tubuh seorang ibu seolah tahu sendiri kapan bayinya lapar, bahkan sebelum ia menangis. Tetapi Yesaya berani melangkah lebih jauh, 'Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.'
Sion mengeluh, 'Tuhan telah meninggalkan aku.' Perasaan yang jujur, dan mungkin pernah kita rasakan juga. Ketika doa terasa seperti berbicara ke langit-langit kamar. Ketika kita merasa dilupakan. Tetapi kasih Allah bukan perasaan yang bisa surut. Ia sebuah pekerjaan yang tidak pernah libur. Bapa bekerja sampai sekarang, juga atas hidup kita, juga hari ini, juga ketika kita tidak merasakannya.
Adakah saat kita merasa terlupakan, padahal Tuhan sedang bekerja diam-diam atas hidup kita?
Tuhan, ketika aku merasa terlupakan, ingatkan aku bahwa Engkau sedang bekerja diam-diam atas hidupku. Amin.