‹ Semua renungan

Rabu, 20 Maret 2030

Sinoman

Di kampung-kampung Jawa ada tradisi yang disebut sinoman: para pemuda melayani tamu di hajatan tetangga. Mereka mengangkat piring, menuang teh, berdiri sepanjang acara, dan tidak dibayar. Anehnya, tidak ada yang merasa direndahkan. Justru itulah kehormatan seorang pemuda kampung: dipercaya melayani.

Injil hari ini menampilkan permintaan yang arahnya berkebalikan. Ibu anak-anak Zebedeus datang menyembah Yesus sambil menitip: berilah kedua anakku duduk di kanan dan kiri-Mu dalam Kerajaan-Mu. Ia meminta kursi, padahal Yesus baru saja berbicara tentang penderitaan yang menunggu di Yerusalem. Sepuluh murid lain marah, barangkali bukan karena lebih rohani, melainkan karena kalah cepat meminta.

Yesus lalu mengumpulkan mereka dan membalik ukuran dunia: pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras, tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan Ia menunjuk diri-Nya sendiri: Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan.

Di hajatan Allah, kebesaran diukur dari nampan yang kita angkat, bukan dari kursi yang kita duduki.

Hari ini, di rumah atau di tempat kerja, pelayanan kecil apa yang bisa kita ambil tanpa menunggu disuruh?

Tuhan, Engkau datang untuk melayani. Jadikan aku bangga menjadi pelayan seperti-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →