‹ Semua renungan

Selasa, 12 Maret 2030

Cukup, Bapa Tahu

Kita semua pernah terjebak dalam rapat yang bertele-tele. Pembicaraannya berputar-putar, kata-katanya banyak, isinya sedikit. Makin panjang bicara, kadang makin jelas bahwa yang bicara sendiri tidak tahu apa yang ia mau.

Yesus rupanya mengenal penyakit itu dalam urusan doa. Dalam doamu, kata-Nya, janganlah bertele-tele. Mereka menyangka karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Lalu Ia memberi alasan yang menenangkan: Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Doa bukan proposal yang harus meyakinkan Allah. Doa adalah anak yang berbicara kepada Bapa yang sudah tahu.

Maka Yesus mengajarkan doa yang pendek, Bapa Kami. Beberapa kalimat saja, tetapi memuat segalanya: nama Bapa, Kerajaan-Nya, roti hari ini, pengampunan, dan perlindungan. Menariknya, satu-satunya bagian yang diberi penjelasan tambahan adalah soal mengampuni. Jika kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. Rupanya di situ letak macetnya doa kita.

Yesaya melukiskan firman seperti hujan yang tidak kembali dengan sia-sia. Hujan tidak ribut, tetapi menumbuhkan. Doa yang benar pun begitu: sedikit kata, banyak buah.

Doa kita selama ini lebih mirip proposal, atau percakapan anak dengan bapaknya?

Tuhan, Engkau tahu sebelum aku meminta. Ajarilah aku berdoa dengan sederhana dan mengampuni dengan sungguh. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →