Senin, 11 Maret 2030
Wajah yang Menyamar
Ada tamu yang datang tanpa mengetuk pintu. Ia berdiri di lampu merah dengan tangan menengadah. Ia terbaring di kamar sebelah menahan sakit. Ia duduk sendirian di pojok, tidak diajak bicara siapa-siapa. Kita melihatnya hampir setiap hari, lalu lewat begitu saja.
Injil hari ini membuka rahasia yang mengejutkan tentang tamu-tamu itu. Pada pengadilan terakhir, Raja berkata: ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku. Orang benar kebingungan: kapan kami pernah melihat Engkau? Jawaban-Nya menjungkirbalikkan segalanya: segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Jadi selama ini Kristus menyamar. Ia tidak menunggu kita di tempat yang jauh dan megah, melainkan bersembunyi di balik wajah-wajah yang paling mudah kita abaikan. Dan yang mengerikan dari kisah ini: mereka yang dihukum bukan dihukum karena berbuat jahat. Mereka dihukum karena tidak berbuat apa-apa.
Kitab Imamat hari ini merinci kekudusan dengan cara yang sama membumi: jangan menahan upah pekerja, jangan mengutuki orang tuli, kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.
Di balik wajah siapa Kristus sedang menunggu kita hari ini?
Tuhan, tajamkanlah mataku mengenali Engkau dalam segala penyamaran-Mu. Amin.