‹ Semua renungan

Sabtu, 9 Maret 2030

Meja Makan Lewi

Di setiap kampung ada nama yang disebut orang dengan nada tertentu. Cukup nama itu diucapkan, mata langsung saling melirik. Orang itu sudah dicap. Dan cap, sekali menempel, hampir tidak bisa dicuci oleh apa pun.

Lewi memikul cap semacam itu. Pemungut cukai: kaki tangan penjajah, pemeras saudara sendiri. Orang melewati rumah cukainya sambil membuang muka. Tetapi hari ini Yesus lewat, berhenti, memandangnya, dan berkata dua kata saja: ikutlah Aku. Lewi berdiri, meninggalkan segalanya, lalu mengadakan perjamuan besar di rumahnya. Orang yang selama ini dijauhi tiba-tiba punya alasan membuka pintu lebar-lebar.

Orang Farisi bersungut-sungut: mengapa makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa? Jawab Yesus tenang: bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

Kemarin Yesaya berbicara tentang membuka belenggu dan berbagi roti. Hari ini ia melanjutkan: berhentilah menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, maka terangmu akan terbit dalam gelap. Jari yang menunjuk itulah yang mengawetkan cap di kampung-kampung kita.

Siapa yang selama ini kita pandang dengan cap, bukan dengan mata Yesus?

Tuhan, Engkau memanggil orang yang dicap buruk untuk duduk semeja dengan-Mu. Lepaskanlah capku atas sesamaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →