‹ Semua renungan

Senin, 4 Maret 2030

Bawaan yang Kelewat Berat

Perhatikanlah orang yang hendak pindah rumah. Bertahun-tahun barang menumpuk: lemari, kardus, kenangan. Ketika truk datang, barulah ketahuan mana yang sungguh perlu dan mana yang hanya memberati. Ada orang yang batal pindah hanya karena tidak sanggup berpisah dengan barangnya.

Hari ini seorang muda berlari mendapatkan Yesus. Ia baik dan saleh, semua perintah sudah dituruti sejak masa mudanya. Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya. Lalu keluar satu kalimat yang menusuk: juallah apa yang kaumiliki, berikan kepada orang miskin, dan ikutlah Aku. Ia pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Perhatikan: Yesus tidak marah kepadanya. Yesus mengasihinya. Justru karena kasih itu Ia menunjuk satu-satunya bawaan yang membuat orang itu tidak bisa melangkah. Unta tidak bisa melewati lubang jarum bukan karena jarumnya jahat, melainkan karena bawaannya terlalu besar.

Petrus dalam suratnya menyebut warisan yang tidak dapat binasa, tidak cemar, tidak layu, tersimpan di surga. Harta yang satu itu tidak perlu truk untuk mengangkutnya.

Apa satu kelekatan yang membuat langkah kita berat mengikuti Dia?

Tuhan, Engkau memandangku dengan kasih. Beranikan aku melepas apa yang membebani langkahku kepada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →